admin on May 30th, 2015

Reinhold Messner (Brixen, Trentino-Alto Aldige, 17 September 1944) adalah pendaki gunung berkebangsaan Italia yang tercatat sebagai orang yang pertama kali melakukan pendakian solo tanpa suplemen oksigen di Gunung Everest (1980). Ia juga merupakan orang pertama yang mendaki empat belas puncak “eight-thousanders‘”, puncak dengan ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut.

Biografi

Lahir di Brixen (Bressanone), Tirol Selatan (Italia) dan penutur asli bahasa Jerman, Messner memulai karir memanjat di Pegunungan Alpen. Pendakian utamanya di Himalaya pada tahun 1970, Nanga Parbat, berubah mejadi keberhasilan tragis. IA dan saudaranya Gunther Messner mencapai puncak, namun Günther meninggal 2 hari kemudian saat turun. Reinhold kehilangan 7 jari kakinya akibat udara dingin selama pendakian.

Pada tahun 1980, Messner adalah orang pertama yang mendaki Gunung Everest sendirian tanpa oksigen pendukung. (Messner telah melakukan hal ini lebih awal sebagai bagian tim 2 orang dengan Peter Habeler pada tahun 1978). Ia juga orang pertama yang memanjati keempat belas “eight-thousander” (puncak-puncak setinggi lebih dari 8.000 m dpl, terkadang disebut sebagai “Mahkota Himalaya”), memenangkan duel dengan Jerzy Kukuczka. Ia juga mengadakan pendakian solo ke Nanga Parbat yang dulit secara teknis. Messner telah melintasi Antarctica naik ski dengan Arved Fuchs. Ia telah menulis sejumlah buku tentang pengalamannya, banyak yang diterjemahkan ke bahasa lain.

Pendakian solonya ke Everest, ketika tiada pendaki lain di pegunungan, dianggap sebagai prestasi tunggal yang tiada duanya karena pegunungan ini sekarang sering didaki dalam berbagai kelompok, dan sering terganggu dengan pendaki lain yang juga naik serentak.

Messner sekarang menjalankan bisnis aneka rupa terkait dengan kecakapan panjat gunungnya. Antara tahun 1999-2004, ia memegang jabatan politis sebagai Anggota Parlemen Eropa untuk Partai Hijau Italia (Federazione dei Verdi).

Pada tahun 2004 ia berjalan 2000 kilometer melintasi Gurun Gobi.

Tags:

admin on May 29th, 2015

Webbing                : Polyester (Batik Motif)

Insole                   : Embosed Phylon

Outsole                 : High Quality Natural Rubber

Accessories           : Trianggle Nylon

Adhesive               : High Quality Adhesive rubber

With Nylon Yarn.

Price                     : Rp. 109.000,–

Available size         : 38  39  40  41  42  43  44  45

admin on May 29th, 2015

Webbing   : Polyester (Batik Motif)

Insole      : Phylon

Outsole   : High Quality Natural Rubber

Adhesive : High Quality Adhesive rubber

With Nylon Yarn.

Price       : Rp. 79.000,–

Size        : 38  39  40  41  42  43

admin on May 29th, 2015

Heinrich Harrer (Hüttenberg, Carinthia, 6 July 1912-Friesach, 7 January 2006) is a mountain climber, sportswear, and the author of Austria.

From 1933 until 1938 Harrer learn geography and sports at the Karl-Franzens University in Graz. It should be a participant in the sport alpine skiing in the winter Olympics in 1936, but even boycott the team because of the conflict on the status of ski instructors. The following year he won the downhill in the number of Party World Student Sports.

He and the group became the first climber of Mount Eiger North Sides in Switzerland on 24 July 1938. Along with nations in the Nazi party in Austria, Harrer became a member of the SS and up to sergeant rank. After World War II, broken in 1939, British troops arrested Harrer, but he successfully fled in 1944 and after 21 months, arrived in Tibet. He spent seven years there and became friends Dalai Lama.

After China occupying Tibet in 1950, Harrer returned to Austria and pouring stories about their lives in Tibet in a book titled Seven Years in Tibet and the Lost Lhasa. Seven Years in Tibet translated into 48 languages, sold three million copies, and is the inspiration for the film in 1997 with the same title. In the film, he performed by Brad Pitt.

Returning in Europe, he and the expedition-etonografis expeditions and mountain climbing in Alaska, the Andes, Ruwenzori. Harrer was the first climber of Mount Deborah and Mount Hunter in Alaska in 1954. In 1962 he was leader of a group numbering four, which is the first climber Puncak Jaya in Papua.

He began playing golf in 1958 and become a champion amateur in Austria. He also remains active with the ski up to the age of 80s.

Tags:

admin on May 28th, 2015