admin on September 29th, 2016

Polusi Udara

Polusi Udara

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa polusi air, udara, dan tanah, beriring dengan faktor lingkungan lain, menjadi penyebab 40 persen kematian manusia di dunia, kata pakar ekologi dari Universitas Cornell di Amerika Serikat (AS), David Pimentel.

Ia memperkirakan, tiap tahunnya sekitar 62 juta kematian atau 40 persen dari total kematian di umat manusia di dunia disebabkan oleh faktor lingkungan, terutama zat polutan organik dan kimiawi yang terakumulasi dalam udara yang dihirup dan air yang diminum setiap hari.

Dikutip dari laman “LiveScience”, Pimentel menjelaskan bahwa meskipun berbagai pihak telah menyadari besarnya dampak polusi terhadap kematian di dunia, tapi tetap saja para peneliti terkejut dengan besarnya “angka sumbangan” polusi itu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, sekira 1,1 miliar orang penduduk Bumi saat ini kesulitan mendapat akses air bersih. Itu sebabnya 80 persen penyebaran penyakit menular ditularkan lewat air.

“Air adalah perhatian utama, itu tidak bisa ditawar-tawar lagi,” kata Pimentel, karena semua orang menggunakan air untuk minum, masak, mencuci, dan mandi.

Air yang terkontaminasi dengan kotoran bisa menjadi media transmisi penyakit saluran pencernaan seperti kolera, gangguan usus (yang bisa bercampur dengan masalah kesehatan lain bisa menimbulkan malnutrisi), dan berbagai penyakit lain yang telah membunuh jutaan orang tiap tahun, terutama anak-anak.

Menurut data penelitian tahun 2004 oleh Pusat Populasi, sekitar 2,2 juta bayi dan anak meninggal tiap tahun akibat diare, sebagian besar diakibatkan kontaminasi air dan makanan.

Masih menurut data itu, air yang terpapar zat polutan di Afrika dan India menyebabkan kematian 1,4 juta orang tiap tahun. Mereka meninggal akibat penyakit-penyakit seperti kolera dan disentri.

“Sanitasi dan kebersihan air, di seluruh dunia, adalah penyebab utama penyebaran penyakit,” kata ilmuwan di WHO, Annette Pruss-Ustun.

Kebanyakan masalah air yang terkontaminasi ini dialami oleh negara-negara berkembang, di mana infrastuktur pengolahan sampah dan air masih sangat minim.

PBB menyebutkan, di negara-negara berkembang, sekitar 95 sampah kota yang tidak diolah, dibuang langsung ke danau-danau atau sungai yang mereka gunakan airnya untuk minum dan mandi.

“Di negara-negara berkembang belum ada pasokan air yang mencukupi, proses pengolahan limbah juga masih jarang,” kata Pruss-Ustun.

India, misalnya, hanya sedikit saja kota yang punya fasilitas pengolahan air kata Pimentel. “Sulit sekali mendapatkan air bersih,” ujarnya menambahkan. dikutip dari antara

Tags:

admin on September 29th, 2016

Gunung Everest (bahasa Inggris: Mount Everest) adalah gunung tertinggi di dunia (jika diukur dari paras laut). Rabung puncaknya menandakan perbatasan antara Nepal dan Tibet; puncaknya berada di Tibet. Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha (सगरमाथा, bahasa Sansekerta untuk “Dahi Langit”) dan dalam bahasa Tibet Chomolangma atau Qomolangma (“Bunda Semesta”), dilafalkan dalam bahasa Tionghoa (pinyin: Zhūmùlǎngmǎ Fēng).

Gunung ini mendapatkan nama bahasa Inggrisnya dari nama Sir George Everest. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor-general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Utama di dunia.

Ukuran

Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, merupakan orang pertama yang menyatakan Puncak Everest sebagai puncak tertinggi melalui perhitungan trigonometrik pada 1852. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut Sikdar, bukan Everest.

Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m; walaupun terdapat variasi dari segi ukuran (baik pemerintah Nepal maupun Cina belum mengesahkan ukuran ini secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan. Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (GPS). Gunung Himalaya masih terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik kawasan tersebut.

Gunung Everest adalah gunung yang puncaknya mencapai jarak paling jauh dari paras laut. Dua gunung lain yang kadangkala juga disebut sebagai “gunung tertinggi di dunia” adalah Mauna Loa di Hawaii, yang tertinggi jika diukur dari dasarnya pada dasar tengah laut, tetapi hanya mencapai ketinggian 4.170 m atas paras laut dan Gunung Chimborazo di Ekuador, yang puncaknya 2.150 m lebih tinggi dari pusat bumi dibandingkan Gunung Everest , karena Bumi mengembung di kawasan katulistiwa. Bagaimanapun juga, Chimborazo hanya mencapai ketinggian 6.272 m di atas paras laut, sehingga bahkan bukan merupakan puncak tertinggi di Andes.

Dasar terdalam di lautan lebih dalam dibandingkan ketinggian Everest: Challenger Deep, terletak di Palung Mariana, begitu dalam hingga seandainya gunung Himalaya diletakkan di dalamnya, masih terdapat hampir 1,6 km air menutupinya.

Di Indonesia puncak Everest begitu terkenal sehingga diabadikan dalam lirik lagu pop populer Cintaku Sampai Ke Ethopia oleh Ria Resty Fauzy. Berikut adalah kutipannya:

kemana pun kau pergi ku kan ikut kamu, walau ke ujung dunia

Jangankan gunung Fujiyama, puncak Himalaya ku ikut kamu

Jangankan ke Kamboja ke Etiopia ku ikut kamu

Kalau benar kamu cinta aku

Ke kutub utara aku ikut kamu..

http://id.wikipedia.org/wiki/Mount_Everest

Tags:

admin on September 28th, 2016

Mount Papandayan is a complex stratovolcano, located in West Java, Indonesia. At the summit, there are four large craters, and it contains active fumarole fields. The 1772 eruption caused the NE flank to collapse, producing a catastrophic debris avalanche that destroyed 40 villages and killed nearly 3000 people. It truncated the volcano into a broad shape with two peaks and a flat 1.1km wide of Alun-Alun crater in the middle, making it look like a twin volcano. One of the peaks is called Papandayan and the other is Mount Puntang.

Since 1772, only small phreatic eruptions had occurred prior to an explosive eruption that began in November 2002.

Tags:

admin on September 28th, 2016

Hazardous eruption of 1982

The last major eruption on Galunggung was in 1982, which had a Volcanic Explosivity Index of 4 and killed 68 people. This eruption also brought the dangers of volcanic ash to aviation to worldwide attention, after two Boeing 747 passenger jets flying downwind of the eruption suffered temporary engine failures and damage to exterior surfaces, both planes being forced to make emergency landings at Jakarta.

One, a British Airways aircraft carrying 240 passengers, accidentally entered the ash cloud during night time in June 1982 150 km downwind of the volcano. All four engines failed and the aircraft descended for 16 minutes, losing 7500 metres of its 11500 metre altitude, until the crew managed to restart the engines.

The following month a Singapore Airlines aeroplane with 230 passengers aboard also inadvertently entered the cloud at night time, and three of its four engines stopped. The crew succeeded in restarting one of the engines after descending 2400 metres. Both aircraft suffered serious damage to their engines and exterior surfaces.

Avalanche deposits

A hummocky deposit known as the Ten Thousand Hills of Tasikmalaya attracted the attention of early 20th century geologists. Houses were built on the hummocks since they provided good defence against hostile people, and being above the paddy fields were free of mosquitoes and rats.

Originally, it was thought that either it had been formed by a lahar caused by the release of the waters of the crater lake, or that it was man-made; composed of rocks and boulders dumped there after being cleared from paddy fields.

However, in the light of the Mount St. Helens eruption of 1980 and from examination of the Mount Shasta deposits it has become clear that the hummocks are a debris-avalanche deposit. Like these mountains, Galunggung has a horseshoe-shaped crater indicating a massive landslide, and examination of shattered lava blocks revealed them to be similar to deposits on the other two volcanoes. According to radiocarbon dating of samples taken from a lava flow the landslide happened within the last 23,000 years.

Tags:

admin on September 27th, 2016

Sir Edmung Hillary

Sir Edmung Hillary

Sir Edmund Percival Hillary (Tuakau, 20 Juli 1919-Wellington 11 Januari 2008), adalah seorang pendaki gunung. Ia menjadi terkenal karena ialah yang pertama kali menaklukkan Gunung Everest, puncak tertinggi Pegunungan Himalaya. Mereka sampai ke puncak gunung 8.850 meter pada tanggal 29 Mei 1953, dalam pendakiannya Edmund Hillary dibantu oleh 150 pendaki profesional dtambah 750 orang pendukung perbekalan bersama pemandu Sherpa, Tenzing Norgay.

Setelah berhasil, Edmund Hillary terutama memusatkan perhatiannya untuk memperbaiki kondisi hidup penduduk Nepal, terutama kaum Sherpa.

Tags: