admin on November 26th, 2014

Webbing   : Polyester (Batik Motif)

Insole      : Embosed Phylon

Outsole   : High Quality Natural Rubber

Adhesive : High Quality Adhesive rubber

With Nylon Yarn.

Price     : Rp. 89.000,–

Size      : 38  39  40  41  42  43  44  45

admin on November 25th, 2014

Gillie timely Briongos comes to the event you have set. The plane that brought him to Indonesia landing at Barajas around 10 in the morning and two hours later had the opportunity to strengthen his hand. Brown complexion, visibly thinner (it has lost eight kilos) and tired of so many flight hours. Not missing forces him to accept a bit of fun chat when asked to share his latest story, which recounts with the naturalness of who diminish the significance of what he has done. It is part of his character.
“Before leaving, he was convinced that this trip would be a nice trip through the jungle, with one or two days hard to make the summit. But in the end, because of all the circumstances we have had, has been a very tough issue and uncertain. It was a very intense and dramatic. I have been marked and I will take some time going around or what I’ve lived “, is the first reflection of the mountain.
In the world of mountaineering differ seven continents and access to the highest point of each of them has been a long-sought challenge. Six attempts and six summits. Paco Briongos on track to become one of the privileged few who have seen the world from the perspective that gives you the top of a mountain. Seven continents, seven summits. It lacks a close to one of the most ambitious projects that might arise a mountaineer.
The Athlete arandino exceeds the condition of alpinist. Their concerns go beyond the desire to accumulate mountain tops. Paco tries to accumulate experiences. Will mimic in every country they visit, is soaked in its culture and customs to try to move closer, to the extent possible, their circumstances and their traditions. Under the hosts surprised with anything that unknown and strives to be impregnated with the nuances that differentiate the various cultures that have been found.
Oceania was the last continent he has visited the coastal browser. Since Aranda, a very long journey of several days to reach Papua New Guinea. He expected a pyramid, the Carstensz (4,884 meters), located in the Jayawijaya mountain range in the region of Irian Jaya. A pile of limestone that comes from the heart of the jungle in this part of Indonesia and promoted for the first time in 1962. Since last November 15 is already on record that Paco Briongos hit its peak.

Lost

The approach to the Carstensz Pyramid was more demanding than expected: “The big surprise to us carry on the third day, when the guide of the agency who was accompanying us told us that we had no idea where we were. Also at that time we learned that the local porters who guided us, they knew there was one way, but only recently did the first part, and the rest was for many years has not passed anyone. Lost amid the jungle, soaked in water for the steady rain that did not cease and tired of both walking and dodging obstacles of all kinds with little progress, we were seized by uncertainty, not only not be clear whether we could do or not the top, but be seriously concerned about how we could get out of there. ”
Once at the base camp, was presented the challenge of trying to climb to the summit for all the effort worthwhile to: ‘we had to make a day of rest to try to summit the next day but some decided not to risk because the lead time was low. Therefore, the group of six mountaineers who we were, three were resting and the other three would rather go to summit that night. ”
The weather gave a truce, “came out at 4.30 in the morning. Me I chose to enter into “free integral”, without using any type of insurance. In a perfect climbing and in less than three and a half hours, Pompilli Italian Giuseppe and I arrived at the top in one day virtually cleared. ”
True to his instinct, Paco was not satisfied with adding to merit the summit of Carstensz Pyramid. Looking for more, some special contribution to the world of mountaineering.

Route open

“For the next day, we hoped for the best. Dawned sunny and a perfect day to try some extraordinary activity. Along with Pompilli, we decided to try a direct route that was based on a mountain in front of the pyramid. We got it finalized a nice opening for that we give the name of ‘Amakan

Tags:

admin on November 25th, 2014

Webbing   : Polyester (Batik Motif)

Insole      : Embosed Phylon

Outsole   : High Quality Natural Rubber

Adhesive : High Quality Adhesive rubber

Accessories : Nylon

With Nylon Yarn.

Price       : Rp. 114.000,–

Size        : 36  37  38  39  40

Weight   : 500 gram

admin on November 24th, 2014

Reinhold Messner (Brixen, Trentino-Alto Aldige, 17 September 1944) adalah pendaki gunung berkebangsaan Italia yang tercatat sebagai orang yang pertama kali melakukan pendakian solo tanpa suplemen oksigen di Gunung Everest (1980). Ia juga merupakan orang pertama yang mendaki empat belas puncak “eight-thousanders‘”, puncak dengan ketinggian 8.000 meter di atas permukaan laut.

Biografi

Lahir di Brixen (Bressanone), Tirol Selatan (Italia) dan penutur asli bahasa Jerman, Messner memulai karir memanjat di Pegunungan Alpen. Pendakian utamanya di Himalaya pada tahun 1970, Nanga Parbat, berubah mejadi keberhasilan tragis. IA dan saudaranya Gunther Messner mencapai puncak, namun Günther meninggal 2 hari kemudian saat turun. Reinhold kehilangan 7 jari kakinya akibat udara dingin selama pendakian.

Pada tahun 1980, Messner adalah orang pertama yang mendaki Gunung Everest sendirian tanpa oksigen pendukung. (Messner telah melakukan hal ini lebih awal sebagai bagian tim 2 orang dengan Peter Habeler pada tahun 1978). Ia juga orang pertama yang memanjati keempat belas “eight-thousander” (puncak-puncak setinggi lebih dari 8.000 m dpl, terkadang disebut sebagai “Mahkota Himalaya”), memenangkan duel dengan Jerzy Kukuczka. Ia juga mengadakan pendakian solo ke Nanga Parbat yang dulit secara teknis. Messner telah melintasi Antarctica naik ski dengan Arved Fuchs. Ia telah menulis sejumlah buku tentang pengalamannya, banyak yang diterjemahkan ke bahasa lain.

Pendakian solonya ke Everest, ketika tiada pendaki lain di pegunungan, dianggap sebagai prestasi tunggal yang tiada duanya karena pegunungan ini sekarang sering didaki dalam berbagai kelompok, dan sering terganggu dengan pendaki lain yang juga naik serentak.

Messner sekarang menjalankan bisnis aneka rupa terkait dengan kecakapan panjat gunungnya. Antara tahun 1999-2004, ia memegang jabatan politis sebagai Anggota Parlemen Eropa untuk Partai Hijau Italia (Federazione dei Verdi).

Pada tahun 2004 ia berjalan 2000 kilometer melintasi Gurun Gobi.

Tags:

admin on November 24th, 2014

Gunung Everest (bahasa Inggris: Mount Everest) adalah gunung tertinggi di dunia (jika diukur dari paras laut). Rabung puncaknya menandakan perbatasan antara Nepal dan Tibet; puncaknya berada di Tibet. Di Nepal, gunung ini disebut Sagarmatha (सगरमाथा, bahasa Sansekerta untuk “Dahi Langit”) dan dalam bahasa Tibet Chomolangma atau Qomolangma (“Bunda Semesta”), dilafalkan dalam bahasa Tionghoa (pinyin: Zhūmùlǎngmǎ Fēng).

Gunung ini mendapatkan nama bahasa Inggrisnya dari nama Sir George Everest. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor-general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Utama di dunia.

Ukuran

Radhanath Sikdar, juru ukur dan pakar matematika dari Bengal, merupakan orang pertama yang menyatakan Puncak Everest sebagai puncak tertinggi melalui perhitungan trigonometrik pada 1852. Perhitungan ini dilakukan menggunakan teodolit dari jarak 150 mil jauhnya di India. Sebagian rakyat India percaya bahwa puncak tersebut semestinya dinamakan menurut Sikdar, bukan Everest.

Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m; walaupun terdapat variasi dari segi ukuran (baik pemerintah Nepal maupun Cina belum mengesahkan ukuran ini secara resmi, ketinggian Puncak Everest masih dianggap 8.848 m oleh mereka). Gunung Everest pertama kali diukur pada tahun 1856 mempunyai ketinggian 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan yang dibulatkan. Perkiraan umum yang digunakan pada saat ini adalah 8.850 m yang diperoleh melalui bacaan Sistem Posisi Global (GPS). Gunung Himalaya masih terus bertambah tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik kawasan tersebut.

Gunung Everest adalah gunung yang puncaknya mencapai jarak paling jauh dari paras laut. Dua gunung lain yang kadangkala juga disebut sebagai “gunung tertinggi di dunia” adalah Mauna Loa di Hawaii, yang tertinggi jika diukur dari dasarnya pada dasar tengah laut, tetapi hanya mencapai ketinggian 4.170 m atas paras laut dan Gunung Chimborazo di Ekuador, yang puncaknya 2.150 m lebih tinggi dari pusat bumi dibandingkan Gunung Everest , karena Bumi mengembung di kawasan katulistiwa. Bagaimanapun juga, Chimborazo hanya mencapai ketinggian 6.272 m di atas paras laut, sehingga bahkan bukan merupakan puncak tertinggi di Andes.

Dasar terdalam di lautan lebih dalam dibandingkan ketinggian Everest: Challenger Deep, terletak di Palung Mariana, begitu dalam hingga seandainya gunung Himalaya diletakkan di dalamnya, masih terdapat hampir 1,6 km air menutupinya.

Di Indonesia puncak Everest begitu terkenal sehingga diabadikan dalam lirik lagu pop populer Cintaku Sampai Ke Ethopia oleh Ria Resty Fauzy. Berikut adalah kutipannya:

kemana pun kau pergi ku kan ikut kamu, walau ke ujung dunia

Jangankan gunung Fujiyama, puncak Himalaya ku ikut kamu

Jangankan ke Kamboja ke Etiopia ku ikut kamu

Kalau benar kamu cinta aku

Ke kutub utara aku ikut kamu..

http://id.wikipedia.org/wiki/Mount_Everest

Tags: